Open Innovation and Open Business Model

October 7, 2010

Kemarin, Pak Aurik mengajarkan sebuah bab yaitu  ”employee recruitment” di kelas Human Capital Management (HCM) – salah satu pelajaran R & D yang ada di tahun ke 3 SBM-ITB. Beliau menjelaskan tentang berbagai cara yang dapat dilakukan sebuah perusahaan untuk merekrut seseorang untuk menduduki sebuah jabatan.

Jadi, ada 2 cara employee recruitment; internal recruitment dan eksternal recruitment. Kedua cara tersebut menginspirasikan saya untuk menulis blog kali ini. Ternyata kedua cara tersebut berhubungan erat dengan open innovation. Kalian pernah mendengar dengan sebutan open innovation? Apa sih sebenernya open innovation? Banyak cerita-cerita mengenai sebuah perusahaan yang sadar akan pentingnya penerapan sistem Open Innovation di bisnis yang mereka jalankan.

Nah, oke, pertama, sebelum perusahaan mencapai pada tahap Open Innovation, perusahaan tersebut harus menggunakan Open Business Model pada bisnisnya. Apa sih Open Business Model?

Open Business Model  merupakan konsep bisnis dengan cara yang transparan serta mengikutsertakan masyarakat/pebisnis/publik untuk berkerjasama.

Beranjak dari Open Business Model, perusahaan sudah mulai berkenalan dengan dunia luar dan pemikiran-pemikiran dibalik itu. Dari sinilah Open Innovation akan terbentuk. Mari kita berkenalan terlebih dahulu, Open Innovation dipromosikan olehHenry William Chesbrough (2006), beliau adalah seorang professor dan executive direktur Pusat Open Innovation di Barkeley. Beliau juga mengarang sebuah buku yang berjudul Open Innovation: The new imperative for creating and profiting from technology. Pada buku tersebut ada sebuah prinsip “Open Innovation Principles“, yaitu:

  1. Not all the smart people work for us. We need to work with smart people inside and outside our company.
  2. External R&D can create significant value; internal R&D is needed to claim some portion of that value.
  3. We don’t have to originate the research to profit from it.
  4. Building a better business model is better than getting to market first.
  5. If we make the best use of internal and external ideas, we will win.
  6. We should profit from others’ use of our IP, and we should buy others’ IP whenever it advances our own business model.

Ini dia proses ketika Open Innovation dapat dikembangkan diperusahaan….

Garis merah menandakan batasan pengetahuan yang dimiliki perusahaan.

Bola biru menandakan pemikiran/ide.

Kalo kita hubungin sama pelajaran HCM yang gw dapet, maka bola biru yang berada di luar garis merah adalah external idea sedangkan yang didalem itu adalah karyawan perusahaan. Kalo kita perhatiin lebih detil lagi, ketika external idea (bola biru) masuk ke dalam perusahaan pada saat perusahaan tersebut melakukan penelitian/research, maka perusahaan dapat menghasilkan penemuan baru. Penemuan baru tersebut tidak hanya ditujukan untuk target pasar sebelumnya/current market, bahkan penemuan tersebut menciptakan target pasar baru/new market. Nah, ketika penemuan baru dapat membentuk pasar baru.. Maka disitulah terjadinya INOVASI BARU.

Dapat disimpulkan bahwa dengan bantuan buah pikiran dari luar, perusahaan lebih memungkinkan bagi perusahaan untuk mendapatkan inovasi baru. Semakin banyak ilmu dan pemikiran, maka semakin banyak penemuan baru bagi perusahaan. Jadi kalo menurut gw,

Open Innovation itu ketika perusahaan mencoba untuk lebih terbuka pada masyarakat sekitarnya terutama dalam hal pemikiran/buah ide dari luar perusahaan dan dapat menghasilkan inovasi baru..

Sekarang banyak perusahaan-perusahaan Internasional yang menggunakan Open Innovation dan Open Business Model, tetapi sedikit perusahaan nasional yang menggunakan model tersebut..Contohnya perusahaan kosmetik:

L’oreal

Kenapa gw ambil contoh L’oreal? soalnya mereka menggunakan Sumber Daya Manusia luar (bukan karyawan L’oreal) untuk menyumbangkan ide mereka mengenai suatu produk yang baru dengan berkompetisi satu sama lain. Mereka mengajak seluruh mahasiswa di Universitas dan Institut di Asia untuk berkompetisi di ajang L’oreal Brandstorm Challenge.

Nah yang berhasil memenangkan kompetisi ini akan diberi penghargaan dan hadiah.

Salah satu pemenang L’oreal Branstorm 

Sedangkan dari sisi perusahaan, dengan adanya kompetisi ini perusahaan tersebut akan mendapatkan ide yang fresh dari hasil pemikiran orang yang berada diluar perusahaan, tanpa harus takut mencuri ide.

Semakin banyaknya perusahaan nasional yang sukses, maka semakin besar kemungkinan negara Indonesia ini untuk maju..Saya sangat berharap perekonomian Indonesia ini semakin maju..

Be creative.. Be Innovative..Indonesia!!

Sekian…

BACK

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: